Kita Akan Senantiasa Tumbuh Bersama Dengan Setiap Kemalangan yang Kita Alami.
Kiranya, setiap dari kita pernah melalui sebuah masa yang rasanya segala apa yang kita perjuangkan akan menghasilkan sesuatu sebagaimana yang kita harapkan, perasaan tersebut membawa kita pada setinggi-tingginya puncak impian, memberikan kita sehebat-hebatnya dorongan untuk segera memenangkannya. Pada masa itu, segala ambisi membius mati segala kemungkinan terburuk yang bisa saja akan terjadi. Kita dipenuhi optimisme yang mungkin tak selamanya salah, akan tetapi tak jarang menciptakan bias pada apa yang kita hadapi. Sampai pada akhirnya segala kemungkinan terindah telah lebur, menyisakan sesak yang entah kapan menemui libur.
Setelahnya, yang tertinggal hanyalah diri yang kehilangan banyak bagiannya. Serpihan diri yang perlu dirangkai kembali harus terlebih dahulu dicari secara perlahan untuk menemukannya, sedang hati telah dirundung kalut dengan begitu hebatnya. Namun, dari sana kita akan sampai pada titik pemahaman bahwa setiap dari kita akan selalu tumbuh bersama dengan setiap kemalangan yang kita alami. Sebab demikianlah cara terbaik agar kita memahami bahwa tak semua yang terpatahkan adalah kesia-siaan. Setelah perenungan yang begitu panjang, setelah melapangkan rela yang tak pernah kita bayangkan.
Sampai pada akhirnya kita menemukan kembali perasaan-perasaan sederhana yang dapat membesarkan hati ini untuk menerima kenyataan, bahwa betapa hebatnya jatuh yang kita alami adalah sebuah pembelajaran penuh makna. Kita menyadari, bahwa satu-satunya cara yang harus ditempuh untuk mempelajarinya adalah melapangkan ikhlas atas luka yang hampir membuat kita kehilangan segalanya.
Komentar
Posting Komentar